Peran Aktif Danramil Ubud Dukung Nilai Spiritual dan Adat dalam Upacara di Pura Taman Kemuda Saraswati Ubud

 

Gianyar – Ubud, Kamis (16/4/2026) Memperkuat sinergi dengan masyarakat dan Forkopimcam, Danramil 1616-02/Ubud menunjukkan komitmen nyata TNI dalam menjaga harmoni wilayah sekaligus mendukung kelestarian tradisi dan keyakinan adat Bali.

Bertempat di Pura Taman Kemuda Saraswati Ubud, Lingkungan Ubud Tengah, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Danramil 1616-02/Ubud I Gede Astawa bersama unsur Forkopimcam Kecamatan Ubud menghadiri kegiatan persembahyangan bersama dalam rangka Karya Gede/Upacara Mecaru Rsi Gana.

Kehadiran Danramil dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pembinaan teritorial melalui pendekatan humanis dan religius, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI, pemerintah kecamatan, serta seluruh komponen masyarakat. Sinergitas ini dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas wilayah yang tetap kondusif di tengah pelaksanaan kegiatan adat berskala besar.

Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa religius, dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Siwa Mangasrami, Ida Pedanda Buda, dan Ida Pedanda Peling, yang memimpin jalannya prosesi sakral Mecaru Rsi Gana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ubud Dewa Gde Pariyatna, Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara, jajaran MDA Kecamatan Ubud, Kepala Puskesmas Ubud 1 dan 2, Lurah Ubud, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta para tokoh adat dan masyarakat, termasuk Penglingsir Puri Agung Ubud dan Peliatan beserta keluarga besar, Bendesa Adat, hingga perwakilan warga Kelurahan Ubud.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil Mayor Inf I Gede Astawa menegaskan bahwa TNI melalui aparat kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang menjadi jati diri Bali.

“Kami berkomitmen menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen masyarakat dan siap mendukung setiap kegiatan adat dan keagamaan agar berjalan aman, tertib, dan penuh makna,” tegasnya.

Melalui kehadiran Danramil dalam kegiatan ini, diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menjaga warisan budaya dan spiritual yang adi luhung di wilayah Ubud.

(Pendim 1616/Gianyar)

Danramil 1616-02/Ubud Tunjukkan Komitmen Lestarikan Tradisi Adat di Pura Taman Kemuda Saraswati Ubud

 

Gianyar – Ubud, Kamis (16/4/2026) Memperkuat sinergi dengan masyarakat dan Forkopimcam, Danramil 1616-02/Ubud menunjukkan komitmen nyata TNI dalam menjaga harmoni wilayah sekaligus mendukung kelestarian tradisi dan keyakinan adat Bali.

Bertempat di Pura Taman Kemuda Saraswati Ubud, Lingkungan Ubud Tengah, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Danramil 1616-02/Ubud I Gede Astawa bersama unsur Forkopimcam Kecamatan Ubud menghadiri kegiatan persembahyangan bersama dalam rangka Karya Gede/Upacara Mecaru Rsi Gana.

Kehadiran Danramil dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pembinaan teritorial melalui pendekatan humanis dan religius, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI, pemerintah kecamatan, serta seluruh komponen masyarakat. Sinergitas ini dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas wilayah yang tetap kondusif di tengah pelaksanaan kegiatan adat berskala besar.

Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa religius, dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Siwa Mangasrami, Ida Pedanda Buda, dan Ida Pedanda Peling, yang memimpin jalannya prosesi sakral Mecaru Rsi Gana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ubud Dewa Gde Pariyatna, Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara, jajaran MDA Kecamatan Ubud, Kepala Puskesmas Ubud 1 dan 2, Lurah Ubud, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta para tokoh adat dan masyarakat, termasuk Penglingsir Puri Agung Ubud dan Peliatan beserta keluarga besar, Bendesa Adat, hingga perwakilan warga Kelurahan Ubud.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil Mayor Inf I Gede Astawa menegaskan bahwa TNI melalui aparat kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang menjadi jati diri Bali.

“Kami berkomitmen menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen masyarakat dan siap mendukung setiap kegiatan adat dan keagamaan agar berjalan aman, tertib, dan penuh makna,” tegasnya.

Melalui kehadiran Danramil dalam kegiatan ini, diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menjaga warisan budaya dan spiritual yang adi luhung di wilayah Ubud.

(Pendim 1616/Gianyar)

Jaga Harmoni Wilayah, Danramil Ubud Dukung Karya Gede Mecaru Rsi Gana di Pura Taman Kemuda Saraswati Ubud

 

Gianyar – Ubud, Kamis (16/4/2026) Memperkuat sinergi dengan masyarakat dan Forkopimcam, Danramil 1616-02/Ubud menunjukkan komitmen nyata TNI dalam menjaga harmoni wilayah sekaligus mendukung kelestarian tradisi dan keyakinan adat Bali.

Bertempat di Pura Taman Kemuda Saraswati Ubud, Lingkungan Ubud Tengah, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Danramil 1616-02/Ubud I Gede Astawa bersama unsur Forkopimcam Kecamatan Ubud menghadiri kegiatan persembahyangan bersama dalam rangka Karya Gede/Upacara Mecaru Rsi Gana.

Kehadiran Danramil dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pembinaan teritorial melalui pendekatan humanis dan religius, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI, pemerintah kecamatan, serta seluruh komponen masyarakat. Sinergitas ini dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas wilayah yang tetap kondusif di tengah pelaksanaan kegiatan adat berskala besar.

Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa religius, dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Siwa Mangasrami, Ida Pedanda Buda, dan Ida Pedanda Peling, yang memimpin jalannya prosesi sakral Mecaru Rsi Gana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ubud Dewa Gde Pariyatna, Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara, jajaran MDA Kecamatan Ubud, Kepala Puskesmas Ubud 1 dan 2, Lurah Ubud, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta para tokoh adat dan masyarakat, termasuk Penglingsir Puri Agung Ubud dan Peliatan beserta keluarga besar, Bendesa Adat, hingga perwakilan warga Kelurahan Ubud.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil Mayor Inf I Gede Astawa menegaskan bahwa TNI melalui aparat kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang menjadi jati diri Bali.

“Kami berkomitmen menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen masyarakat dan siap mendukung setiap kegiatan adat dan keagamaan agar berjalan aman, tertib, dan penuh makna,” tegasnya.

Melalui kehadiran Danramil dalam kegiatan ini, diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menjaga warisan budaya dan spiritual yang adi luhung di wilayah Ubud.

(Pendim 1616/Gianyar)

Danramil Ubud Hadiri Persembahyangan di Pura Taman Kemuda Saraswati Ubud, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat dan Forkopimcam

 

Gianyar – Ubud, Kamis (16/4/2026) Memperkuat sinergi dengan masyarakat dan Forkopimcam, Danramil 1616-02/Ubud menunjukkan komitmen nyata TNI dalam menjaga harmoni wilayah sekaligus mendukung kelestarian tradisi dan keyakinan adat Bali.

Bertempat di Pura Taman Kemuda Saraswati Ubud, Lingkungan Ubud Tengah, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Danramil 1616-02/Ubud I Gede Astawa bersama unsur Forkopimcam Kecamatan Ubud menghadiri kegiatan persembahyangan bersama dalam rangka Karya Gede/Upacara Mecaru Rsi Gana.

Kehadiran Danramil dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata pembinaan teritorial melalui pendekatan humanis dan religius, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara TNI, pemerintah kecamatan, serta seluruh komponen masyarakat. Sinergitas ini dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas wilayah yang tetap kondusif di tengah pelaksanaan kegiatan adat berskala besar.

Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa religius, dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Siwa Mangasrami, Ida Pedanda Buda, dan Ida Pedanda Peling, yang memimpin jalannya prosesi sakral Mecaru Rsi Gana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ubud Dewa Gde Pariyatna, Kapolsek Ubud I Wayan Putra Antara, jajaran MDA Kecamatan Ubud, Kepala Puskesmas Ubud 1 dan 2, Lurah Ubud, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta para tokoh adat dan masyarakat, termasuk Penglingsir Puri Agung Ubud dan Peliatan beserta keluarga besar, Bendesa Adat, hingga perwakilan warga Kelurahan Ubud.

Dalam kesempatan tersebut, Danramil Mayor Inf I Gede Astawa menegaskan bahwa TNI melalui aparat kewilayahan akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendukung dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan spiritual yang menjadi jati diri Bali.

“Kami berkomitmen menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen masyarakat dan siap mendukung setiap kegiatan adat dan keagamaan agar berjalan aman, tertib, dan penuh makna,” tegasnya.

Melalui kehadiran Danramil dalam kegiatan ini, diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menjaga warisan budaya dan spiritual yang adi luhung di wilayah Ubud.

(Pendim 1616/Gianyar)

Hadiri dan Amankan Tawur Agung, Babinsa Pering Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi dan Kamtibmas

 

Gianyar – Blahbatuh, Kamis (16/4/2026) Di tengah khidmatnya upacara adat yang sarat makna spiritual, kehadiran Babinsa menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Bertempat di Pura Desa Pering, Desa Adat Pering, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Babinsa Desa Pering Koramil 1616-04/Blahbatuh, Serka I Wayan Sumerta, bersama Pecalang Desa Adat Pering melaksanakan pengamanan kegiatan Tawur Agung yang merupakan bagian dari rangkaian Karya Memungkah, Mepedagingan, Ngenteg Linggih, hingga Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini.

Kegiatan adat yang sarat nilai religius ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan unsur masyarakat, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Gusti Ngurah Kapidada dan I Wayan Sudiartana, Pengelingsir Puri Blahbatuh Anak Agung Kakarsana, Forkopincam Blahbatuh, Perbekel Pering Taufan Meyanto, Bendesa Adat se-Kecamatan Blahbatuh, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan krama Desa Adat Pering yang berjumlah sekitar 700 orang.

Rangkaian upacara diawali dengan Upakara Mapekeling Tawur Agung yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra dari Gria Kumpul Bona Kaleran, dilanjutkan dengan prosesi Tawur Agung, Mapedanan, hingga Ngewacen Kekundang Buta yang dipuput oleh para sulinggih, yakni Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh dan Ida Pedanda Bhuda Saraswati.

Suasana sakral semakin terasa dengan iringan berbagai tari wali seperti Tari Rejang Dewa, Tari Baris, Tari Topeng, Tari Gambuh, Wayang Lemah, Gong Gambang, serta lantunan pesantian yang menambah kekhusyukan jalannya upacara. Pada pukul 12.15 Wita, kegiatan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama oleh seluruh krama yang hadir.

Di sela kegiatan, Babinsa Serka I Wayan Sumerta menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam pengamanan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud nyata dukungan TNI terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan adat berjalan aman dan lancar, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga bersama,” tegasnya.

Upacara Adat Tawur Agung ini merupakan bagian penting dari rangkaian besar karya di Pura Desa Pering, dengan puncak upacara yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026.

(Pendim 1616/Gianyar)

Babinsa Blahbatuh Tunjukkan Dedikasi, Kawal Tawur Agung di Pura Desa Pering Hingga Tuntas

 

Gianyar – Blahbatuh, Kamis (16/4/2026) Di tengah khidmatnya upacara adat yang sarat makna spiritual, kehadiran Babinsa menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Bertempat di Pura Desa Pering, Desa Adat Pering, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Babinsa Desa Pering Koramil 1616-04/Blahbatuh, Serka I Wayan Sumerta, bersama Pecalang Desa Adat Pering melaksanakan pengamanan kegiatan Tawur Agung yang merupakan bagian dari rangkaian Karya Memungkah, Mepedagingan, Ngenteg Linggih, hingga Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini.

Kegiatan adat yang sarat nilai religius ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan unsur masyarakat, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Gusti Ngurah Kapidada dan I Wayan Sudiartana, Pengelingsir Puri Blahbatuh Anak Agung Kakarsana, Forkopincam Blahbatuh, Perbekel Pering Taufan Meyanto, Bendesa Adat se-Kecamatan Blahbatuh, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan krama Desa Adat Pering yang berjumlah sekitar 700 orang.

Rangkaian upacara diawali dengan Upakara Mapekeling Tawur Agung yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra dari Gria Kumpul Bona Kaleran, dilanjutkan dengan prosesi Tawur Agung, Mapedanan, hingga Ngewacen Kekundang Buta yang dipuput oleh para sulinggih, yakni Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh dan Ida Pedanda Bhuda Saraswati.

Suasana sakral semakin terasa dengan iringan berbagai tari wali seperti Tari Rejang Dewa, Tari Baris, Tari Topeng, Tari Gambuh, Wayang Lemah, Gong Gambang, serta lantunan pesantian yang menambah kekhusyukan jalannya upacara. Pada pukul 12.15 Wita, kegiatan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama oleh seluruh krama yang hadir.

Di sela kegiatan, Babinsa Serka I Wayan Sumerta menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam pengamanan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud nyata dukungan TNI terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan adat berjalan aman dan lancar, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga bersama,” tegasnya.

Upacara Adat Tawur Agung ini merupakan bagian penting dari rangkaian besar karya di Pura Desa Pering, dengan puncak upacara yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026.

(Pendim 1616/Gianyar)

Pengamanan Ketat Babinsa Warnai Tawur Agung di Pura Desa Pering, Jaga Kesucian dan Ketertiban

 

Gianyar – Blahbatuh, Kamis (16/4/2026) Di tengah khidmatnya upacara adat yang sarat makna spiritual, kehadiran Babinsa menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Bertempat di Pura Desa Pering, Desa Adat Pering, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Babinsa Desa Pering Koramil 1616-04/Blahbatuh, Serka I Wayan Sumerta, bersama Pecalang Desa Adat Pering melaksanakan pengamanan kegiatan Tawur Agung yang merupakan bagian dari rangkaian Karya Memungkah, Mepedagingan, Ngenteg Linggih, hingga Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini.

Kegiatan adat yang sarat nilai religius ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan unsur masyarakat, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Gusti Ngurah Kapidada dan I Wayan Sudiartana, Pengelingsir Puri Blahbatuh Anak Agung Kakarsana, Forkopincam Blahbatuh, Perbekel Pering Taufan Meyanto, Bendesa Adat se-Kecamatan Blahbatuh, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan krama Desa Adat Pering yang berjumlah sekitar 700 orang.

Rangkaian upacara diawali dengan Upakara Mapekeling Tawur Agung yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra dari Gria Kumpul Bona Kaleran, dilanjutkan dengan prosesi Tawur Agung, Mapedanan, hingga Ngewacen Kekundang Buta yang dipuput oleh para sulinggih, yakni Ida Pedanda Jelantik Wayahan Dauh dan Ida Pedanda Bhuda Saraswati.

Suasana sakral semakin terasa dengan iringan berbagai tari wali seperti Tari Rejang Dewa, Tari Baris, Tari Topeng, Tari Gambuh, Wayang Lemah, Gong Gambang, serta lantunan pesantian yang menambah kekhusyukan jalannya upacara. Pada pukul 12.15 Wita, kegiatan dilanjutkan dengan persembahyangan bersama oleh seluruh krama yang hadir.

Di sela kegiatan, Babinsa Serka I Wayan Sumerta menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam pengamanan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus wujud nyata dukungan TNI terhadap pelestarian adat dan budaya Bali.

“Kami hadir untuk memastikan kegiatan adat berjalan aman dan lancar, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang harus terus dijaga bersama,” tegasnya.

Upacara Adat Tawur Agung ini merupakan bagian penting dari rangkaian besar karya di Pura Desa Pering, dengan puncak upacara yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026.

(Pendim 1616/Gianyar)